Minggu, 17 April 2011

Weekend to Kampung China

“Teh! Cepet beberes, mau pergi!” teriak si mama. *minimize google chrome* jalan ke dapur, dan ambil sarapan (?) selesai sarapan, baru deh beberes rumah. Ya Allah Ya Rab, rumah ini ko kaya habis ada hajatan tujuh hari tujuh malem ya (baca: Lebay). Rencana pergi jam 8.00 mudur sedikit jadi jam 09.30 (sedikit?). Langsung deh dengan segenap orang yang cukup banyak ini, caw ke Bogor tepatnya Cibubur. Alhamdulillah jalan tol sangat amat lancar. Well, mama bilang tujuan utama adalah Kampung Cina.

Aku : Kampung Cina tuh tempat apa ya?

Mama : Barang-barang, mirip2 souvenir Cina

Aku : Lebih tepatnya tempat shoping, ya?

Mama : *mengangguk*

Aku : -.-“

Kebayanglah (terniang-niang) ini bakal jadi harinya si mama. Jelas! Sesampainya di Kota Wisata, langsung terpanah Kampung Cina. Daaaan, emang bagus sih, banyak souvenir ala Cina-cina gitu. Tapi satu pertanyaan dikepala

“Ko, hampir setiap toko/kios dikampung Cina jual barang yang sama???”

dan satu lagi temennya pertanyaan utama

”Ko, masih aja si mama datengin itu toko satu-satu -.-“ ?”

Dan lebih mengejutkannya, keponakan aku yang umurnya tiga tahun betah banget shoping bareng mama. Tanda-tanda mama wannabe ini mah. Sempet capek juga sih liatin kiri-kanan tukang jualan. Untung sedikit legaaa, soalnya sekalian cuci mata juga. Selesai dibuat pegel keliling kampung Cina, langsung refreshing kaki dengan naik Dragon Boat Night. Angin yang semriwing ditengah panasnya Cibubur membuat aku lumayan ngantuk.

Gak sampai disini, petualangan dilanjutkan ke Fantasi Island. Sebelum masuk, hati ini terus bertanya “ko ga keliatan histerianya ya?” gak lama angin menjawab “Ini Fantasi Island WOY!! Bukan Dunia Fantasi!!”, “oh salah ya? Maaf bang angin” , “-.-“ Banyak banget tempat yang paaaaaaaaaaaas sekali buat foto disini. Daaaaaaaaaan menggembirakannya! Disini panaaaaaaaasss tak tertahankan !!! Subhanallah pisan. Gak jauh mata memandang, terlihat kerumunan orang di area bermain. Udah seneng nih, dan emang bener!! Semua permainan tersedia beserta tulisan INSERT COIN, -.-“. Sabar deh. Sesiangan nunggu adik dan tiga keponakan main sepuasnya sampe mereka capek dan berenti ngedatangin loket coinnya. Papa juga udah mulai nyuruh cepet karena kita mesti caw pulang dan nganter sepupuku dan anak2nya. Arrived at home (akhirnya). Hari ini paling asyiknya ada waktu jalan-jalan keluarga (terutama papa). Tysm everybody. Sekedar info aja, agenda hari ini : Belanja (oke) Main (oke) Seneng (oke) Makan (oke) Panas (oke) Foto (oke) Share cerita (oke deh!)

Jumat, 01 April 2011

We all said " Happy Birthday " !


“Happy Birthday bapak.. Happy birthday bapak.. Happy birthday, happy birthday, happy birthday bapak…” serempak ipadua melantunkan lagu yang begitu familiar terdengar. Kue dan Balon bertuliskan HAPPY BIRTHDAY MR SIDIK dihadapkan didepan muka wali kelas kita yang baru saja menyimpan wajah khawatirnya sebelum mengetahui kalau fianti itu cuma pingsan pura-pura. Mungkin nggak terbayang muka bapak yang penuh kaget dan haru liat kelakuan anak-anaknya dan tentunya nggak terbayang muka ceria ipadua saat ngasih surprise buat bapak. Nggak kalah penting juga wajah anak ipadua menghela napas karena penderitaan dibawah terik matahari akhirnya berakhir juga(baca: lega).
***
Hari ini tanggal 29 maret 2011 memang bukan tepat ulang tahun wali kelas kami tersayang. Tapi, hari ini sangat bermakna buat anak ipadua dan tentunya Wali kelas kita Pak sidik. Entah harus mulai darimana cerita dan scenario haru hari ini dimulai. Bisa dibilang sudah direncanakan sejak lamaaa seiiikali (baca: lebay). Hari senin (28/03/2011), aku diminta ipadua bilang ke Bu dyanti tuk mau menaruh campur tangannya dalam rangka ngerjain Bapak. Awalnya, ibu belum pastiin -.- tapi terus ibu ngasih kepastian deal setuju untuk ngerjain Bapak plus ngasih arahan ini itu untuk disampein ke Bapak daaaaaaaaaan Bapak pun nanya di telpon “ada apa ipadua sama Bu Dyanti?” kaget, bingung, lucu bercampurlah dan nggak tahu harus bilang apa. Tapi sesuai arahan aku bilang bla-bla-bla dan blanyaaa, ini itu sesuai yang diarahin ibu. Segeralah aku sms Uwi, Pr, Alin, Gladys, Bimo, Fitria, Dewim buat jaga-jaga Bapak nanya ke mereka dan memang ternyata bener. Waktu disekolah Alin dan Dewim diajak Bapak ngobrol. Untunglah udah siap siaga *fiuuuh.
***
Cerdasnya ipadua, buat bikin makin alami scenario ini, anak-anak cowok (kecuali agung) pada kabur dan entah tidak terdeteksi keberadaannya (musang bahagia pisan). Alin diminta marah-marah dan ngomongin masalah ke Bu Dyanti (yang pura-pura) dan dikarenakan Ibu nggak masuk ke kelas karena sakit kita harus berakting lebih untuk ngejailin bapak. Alin berhasil nangis dan bilang ke Bapak kalo udah capek ngurusin ipadua yang susah diatur. CONGRATS Alin yang bikin bapak percaya! Sementara itu, dibalik mushola (serasa layar) ada Dini, Gladys, Uwi dan Arum yang nyiapin kue dan balonnya. Langkah selanjutnya menuju kantor aaaaaaaaaand ACTION!
***
Tapi, keduluan bapak masuk kelas. Dikelas bapak ngomomg ini itu sana sini apa apa dan apa yang padahal makin bikin kita ngerasa “…our mission closed to complete..” jahatnyaaa kita. Sempet curiga juga bapak udah tahu rencana kita, habis senyum-senyum terus -.- Kita mutusin minta maaf ke kantor dan Bu Dyanti tak memaafkan kita (yaaa jelas… punya masalah aja nggak hehe) dan malah Bu Titin seperti punya “kesempatan” ngerjain anak ipadua. Kita disuruh lari lapangan (oh my..oh my-.-“)mana bapak nggak keluar-keluar dari kelas buat bantuin melepaskan kita dari penderitaan ini. Karena rencana ini gagal bikin bapak keluar dari kelas,kita loncat ke rencana dadakan (serasa sambel aja). Sebagian dari kita yang masih dilapangan memohon maaf (lagi) ke Bu dyanti dan (lagi-lagi)kita nggak dimaafin dan (ceritanya) kita dihukum suruh hormat bendera! Dan parahnya ini pun nggak membuat bapak keluar dengan alasan bukan wewenangnya. Jadi curiga malah anak ipadua yang dikerjain Bapak -.-“
***
*teneneneng* seakan dapet pencerahan, fianti pura-pura pingsan dan u yeaaaaaaaaaaaah THIS IS OUR WAY!! Hal yang bikin bapak (AKHIRNYA) mau keluar kelas. Panik dan Khawatir tersirat jelas di muka bapak. Semakin dekat-dekat menuju Fianti dan semakin dekat-dekat balon dan kuenya ke lapangan dan Fianti terbangun daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan “Happy Birthday bapak.. Happy birthday bapak.. Happy birthday, happy birthday, happy birthday bapak…”
***
moment selanjutnya tiup lilin dan foto-foto J Harunyaaaaaaaaaaa :’(. Dikelas, Febi ngeluarin tulisan besar HAPPY BIRTHDAY untuk bapak. Kalau aku jadi Bapak sih, serasa jadi puteri sehari yang dapet kejutan bertubi-tubi tumpuk tumpuk J tapi nggak mungkinlah ya.. kan bapak bukan cewek masa jadi puteri -.- Kue dipotong dan dibagikan bapak sambil bercerita harunya scenario hari ini, bapak bilang “nanti mau diceritain ke umi dan hari ini akan terkenang” ooooo.. so sweetnya. Pa Barna juga dapet kue enak ini dan pastinya Bu dyanti nggak akan kelewat.
***
Karena otak anak ipadua jail semua, handphone bapak yang ketinggalan plus buku dan pulpennya pun disembunyiin dalam kotak kue dan ketika bapak kembali buat ngecek hp dengan sedikit panic kita ngasih kotak tersebut dan maksa bapak buka padahal bapak lagi sibuk nyari hpnya daaaaaaaan lagi-lagi-lagi-lagi Bapak senyum karena ulah jail ipadua, hehe. Maaf ya Pak J nggak ada maksud ko Cuma mumpung ada kesempatan aja, hehe. Segini aja kisah haru hari ini. Makasih banyak Ipadua, Makasih banyak Bu Dyanti dan pihak yang membantu dan tak lupa sekali lagi Happy birthday ya MR SIDIK J Wish you all the best
With Love
Sebelas ipadua (@exitSMANSA)

L O V E U M O M

L O V E U M O M
Aku, papa, ade sangat sayang mama