
Kata-katamu !! Berpengaruh padaku
Sangat kurang enak terdengarnya dikupingku pembicaraanmu pada kami semua hari itu . Sungguh menyentuh hatiku untuk berfikir kembali disebuah kamar dengan tenang . Malam itu dalam gulitan mimpi aku tetap terbayang kata-katamu . Mengapa kamu seperti itu? Apakah benar yang selama ini , jauh sebelum ini orang bilang tentang kamu . Dulu, aku tak begitu mengenalmu tapi, cukup dekat denganmu akhir-akhir ini . Aku jatuh dalam simpatiku padamu tapi, hari itu perkataanmu cukup membuatku mengulang kembali perjalanan gelap masa lalu yang orang katakan . Kenapa dengan kamu? Apa akhir-akhir ini ada serangga yang masuk ke kepalamu dan membuat kamu seperti ini?? Bahkan akhir-akhir ini kita bersama belajar memahami dan menerima hasil dari apa yang kita kerjakan bersama . Tapi, pagi itu kamu bukanlah kamu yang akhir-akhir ini menjalani hari bersama denganku . Aku pun punya harapan yang sama , aku pun punya kehidupan sebelum hari ini yang menjadikan hal itu adalah aku tapi, saat aku tersadar bahwa hidup tak selalu seperti yang kita ingini kau sesaat membuatku berfikir dan mengilaskan kembali bahwa aku akan tetap diatas takkan pernah tergantikan . ±3 jam kata-katamu mengubahku kembali menjadi manusia durhaka terhadap kenyataan , manusia yang sombong . Aku merenung bukan karena kamu tapi, karena kata-katamu yang begitu hebat kufikir karena selain merubah sifat seseorang ternyata kata-katamu telah menenggelamkan aku, kamu, dan kami semua . Kamu tahu maksudku?? Dalam waktu 3 jam hidupku bagai seorang pemenang dalam pertandingan tingkat dunia tapi, apa yang kudapat setelah 3 jam itu berlalu?? KETERPURUKKAN . kamu tahu?? AKU JATUH KEMBALI ke lubang yang sama , dimana beberapa tahun yang lalu aku pernah alami dan kata-katamu mengulangnya kembali . Hari ini tepatnya pukul 07.00 “DEGG” aku seperti terbangun dan ketika aku menatapi dunia didepan mataku aku baru sadar bahwa telah datang akibat dari sikapku sebagai manusia sombong kemarin . Hari ini beberapa kejadian adalah awal teguran ALLAH SWT yang menyakitkan dan menjatuhkan diriku dan hidupku . AKU MALU , AKU TAKUT melihat kembali kehidupan disekitarku . Aku tak pernah menyalahkan kata-katamu tapi, aku sesali mengapa kata-kata itu bisa menjadikan aku Manusia tak berhati . Sungguh aku masih sekali ingat perkataan temanku ±1 tahun yang lalu .
Hari itu, saat kami berkumpul aku ikut terjerumus menjadi manusia durhaka, manusia sombong , tapi, aku heran mengapa 1 orang temanku tak bergabung denganku dan yang lain ternyata seusai kami duduk-duduk istirahat dia bicara padaku “Buat apa mereka membicarakan hal itu?” ujarnya “Mungkin ingin menunjukkan siapa dirinya(termasuk aku)” jawabku . “Bagiku, semua itu tak ada artinya ! mengumumkan pada semua orang?hha?? apakah itu sifat hamba ALLAH?? “ ku terdiam dan meng-iyakan perkataannya dalam hati kecilku . “Kamu, adalah sahabatku . kamu tahu, Aku bangga terhadap apa yang kuraih begutupun kamu tapi, kamu tak ingin menghapus itu semua kan??” hentaknya . Aku mengangguk menyimbolkan kesetujuanku . “Aku mengerti setiap manusia ingin menjadi yang lebih baik dari apa yang telah didapat tapi, cara menuju kelebih baikkan itu adalah berusaha dengan sungguh dan ingat kita hanyalah manusia kecil ! Tak berarti apa-apa dihadapan ALLAH SWT !! Buat apa berlaku seperti tadi?? Apakah mereka fikir mereka adalah pemenang lomba siswa ter-pandai sedunia ? “ Perkataannya yang semakin membuat aku terdiam dan suasana tiba-tiba menjadi tegang. “Aku berkata ini bukan berarti aku sudah menjadi orang yang paling benar , tapi kamu tahu sahabatku , saat aku mendengar pembicaraan kalian aku begitu takut . takuuuut sekali . Tak sampai bulu kudukku berdiri semua rasanya aku ingin teriak didepan kalian menghentikan pembicaraan kalian tapi, apalah aku ? aku bukanlah seorang ahli dunia maupun ahli surga . tak adalah artinya aku . Cukup dengan tidak ikut campur pembicaraan kalian bagiku itu sedikit membuat hatiku lebih baik “ lanjutnya . “Selama ini sedikit nilai tambah dalam hidup kita selalu kita bicarakan . Aku sedih dengarnya teman .” Kata-katanya semakin menusuk hatiku . Membuat aku berfikir “Apakah aku durhaka di depan-Mu ?” . seusai perkataan panjangnya dia mengakhiri perkataannya dan membuat aku berfikir saat itu . Ucapannya begitu mengiris hatiku dan membuatku mengingat kembali perkataannya hari ini tanggal 25 Desember 2009 dalam tenangku .
ALHAMDULILLAH YA ALLAH ! Di hari ini menuju hari terakhir dalam penutupan tahun aku masih sempat diingatkan-Mu tentang arti aku sebagai manusia didunia ini . SYUKUR YA ALLAH . Aku berdo’a mudah-mudahan perkataan sahabatku menjadi kata-kata yang menjagaku dan untuk perkataan kamu terima kasih juga karena perkataanmu juga menyadarkanku bahwa kemarin aku adalah manusia sombong . Hari ini , saat aku sadar, hal yang aku lakukan adalah menjadikan kisah ini menjadi sebuah Intisari dalam tahun pertama menduduki bangku Sekolah Menengah Atas , Bahwa rasa takut yang harus aku hadapi adalah rasa takut untuk tidak membanggakan keahlianku pada yang lain . ITU HARUS BISA KULAWAN DAN TAK BOLEH KULAKUKAN!! mulai hari ini,esok, dan seterusnya jadilah Manusia yang menunjukkan keberhasilannya hanya dengan usaha lebih baik dan selalu ingat bahwa Keberhasilan yang didapat adalah 0,000000000000000000000000000000000000000000000000000000000001% dari apa-apa yang telah ALLAH berikan pada setiap hambanya yang ingat pada-Nya . Maaf, aku bukanlah manusia seperti sahabatku ± 1 tahun yang lalu yang menyadarkan aku yang seharusnya menyadarkanmu . Tapi, aku rasa kedewasaanmu hanya kamu yang bisa ukur . Aku berharap kita semua bisa belajar dari hal ini .
Kutipan cerita nyata yang pernah dan sedang saya alami . Biarpun, ada tulisan yang dianggap tidak mungkin tapi, saya mengalaminya sendiri . Menguak perubahan atas kata-kata yang jumlahnya tak mencapai ribuan tapi, dapat mempengaruhi . Pertama, mempengaruhi orang yang bercerita dan membuat kata-kata itu lalu berpengaruh pada hidup saya hari itu ± 12 jam . ± 3 jam saya menjadi manusia buruk . Itu sungguh tak ingin saya lakukan lagi .
Tertanda,
25 desember 2009, Rumahku
Saya (Rininta Aviantari Ainun)